Rabu, 14 Januari 2015

Hujan Kecil Januari

Hujan kecil di januari membawa suasana ramah dan sejuk di kota ini. Sepagi ini, aku masih menjaga tidurku dan melawan kantukku.

Januari, awal tahun ini aku ingin banyak merubah segalanya yang pernah ada. Menutup tahun-tahun sebelumnya, berjanji tidak akan mengulang luka, menjadikan pelajaran berharga tentang yang pernah ada.

Januari, aku menemukan teman, sahabat, kisah, dan juga cinta yang baru. Sepertinya tidak membuang waktu untukku singgah ke kota ini. Ada cerita baru yang aku awali.

“Tidak perlu takut untuk membuka cerita baru. Jalan yang ada di depan masihlah teramat panjang. Bukan mau mati esok kan ?”

Akan ada banyak harap di januari ini, akan ada banyak rajutan mimpi yang aku rajut kembali.

Langkah demi langkah di bawah lampu pinggir jalan yang bewarna kuning redup mengingatkan atas segala yang pernah berlalu. Sesampainya di ujung, aku hanya akan mengenang semuanya di suatu saat nanti. Mungkin aku akan tersenyum kecil, dan mengatakan dalam hati aku pernah bodoh.
 
Inilah rindu, menjadi kasta yang paling tertinggi ketika hanya air mata yang deras mengaplikasikan waktu
inilah rindu, ketika bantal guling dan kasur tempat pengantar temu kita dalam mimpi
inilah rindu, ketika waktu dan jarak mendiskriminasi kita dalam ruang tanpa temu
inilah rindu, aku dan kamu penciptanya.

Terimakasih untuk januari, aku rasa aku jatuh cinta dengan hujan kecil di januari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar