Minggu, 11 Mei 2014

Siapa?

Aku bukan siapa-siapa yang harus kau cari ketika aku menghilang dari pandanganmu.
Aku bukan siapa-siapa yang harus kau khawatirkan ketika kau tak mendengar kabarku.
Aku bukan siapa-siapa yang harus kau rindukan ketika aku jauh darimu.
Aku bukan siapa-siapa yang harus kau sebut dalam setiap doamu.
Aku bukan siapa-siapa yang harus kamu cintai setiap hari.
Aku bukan siapa-siapa yang harus mengisi hati dan pikiranmu.
Ya, aku bukan siapa-siapa untukmu. Tapi kamu (hampir) menjadi segalanya untukku.

Nyatanya.

Nyatanya, adamu mampu membuat bibirku melengkungkan senyum lagi.
Nyatanya, adamu mampu membuat mataku tidak memancarkan kesedihan lagi.
Nyatanya, adamu mampu membuat telingaku mendengar kata-kata manis lagi.
Nyatanya, adamu mampu membuat hidungku menghirup aroma-aroma kebahagiaan lagi.
Nyatanya, adamu mampu membuat dadaku terasa sesak dengan rindu-rindu yang meluap lagi.
Nyatanya, adamu mampu membuat seluruh inderaku merasakan perasaan dicintai lagi.

Nyatanya, adamu adalah asaku yang dinyatakan keberadaannya oleh Tuhan.

Sabtu, 08 Maret 2014

Dear Stalker

Dear Stalker,

Sudah dapat informasi apa aja hari ini dari akun twitter dia?

Apa? Sedih karena dia ngga ngetwit apapun soal kamu?

Kamu sih...udah tau dia ngga ada perasaan apa-apa sama kamu,kok ngeyel?

Makin sedih ya karena ternyata dia lagi deket sama yang lain?

Udah,relain aja . Percaya aja kalau jodoh tak lari kemana

Apa? Ngga bisa lupain dia? Coba dulu cek tetangga kamu,siapa tau lebih cakep

Yakin ngga bisa jatuh cinta sama yang lain? Drama ih!

Ya udah , apapun keputusan kamu,mau lupain dia atau keep stalking

Mudah-mudahan kamu tau apa yang terbaik buat kamu ya

Jangan keasyikan stalking sampe ngga sadar ada yang sayang kamu didunia nyata

Iya,ada yang sayang sama kamu didunia nyata , Aku

Aku sayang kamu

Sepasang Malaikatku



Untukmu, Ayah dan Ibu.

Rasa-rasanya bukan suatu hal yg berlebihan jika surat untukmu ini kuberi judul demikian. Ayah, Ibu, kalian malaikatku. Malaikat yg beberapa saat sebelum aku menulis surat ini kulihat telah terlelap di kamar. Kalian pasti lelah setelah seharian memperjuangkan kebahagiaan kami, anak-anakmu, untuk hari ini dan masa yg akan datang.
Tidurlah Ayah, tidurlah Ibu. Semoga lelahmu lekas menguap bersama malam, lalu mengembun di dedaunan esok hari.

Kira-kira, apa kata yg pantas kusematkan kepadamu yg telah menjadi perantara hadirnya aku di dunia ini sekaligus pembimbing hidupku, jika bukan malaikat?
Siapa lagi yg bisa menerbangkanku ke depan gerbang pintu surga dan membukakannya untukku, jika bukan malaikat sepertimu?
Bahkan aku yakin, malaikat pun pasti akan merasa tak pantas menyandang nama malaikat jika tau aku menyebut orang-orang hebat sepertimu sebagai malaikatku.

Ayah. Ibu.
Ini anakmu, yg sedang ingin menantikan cintanya kepadamu.
Ya, aku tau kalian pasti tak akan mengetahui apa yg kulakukan ini. Biarlah. Aku hanya ingin menceritakan kebanggaanku atas kalian kepada para penghuni dunia maya yg teramat luas ini, yg bahkan belum kuketahui batasnya. Biar mereka tau, bahwa aku punya Ayah dan Ibu sehebat kalian.

Ayahku sayang.
Yg berkumis tapi selalu tersungging senyum ramah. Yg rambutnya mulai ditumbuhi banyak uban. Yg garis-garis keriput di wajahnya mulai nampak. Yg galak tapi juga humoris.
Kau ikhlas melelahkan ragamu yg mulai merenta, pun melelehkan keringat di sekujur tubuhmu. Semua itu kau lakukan hanya demi menebus senyum bahagia kedua anakmu.
Kau didik kami dengan keras namun penuh kasih sayang. Ucapan terima kasih berkali-kali pun tak akan cukup untuk membalas semua itu. Sungguh, aku mengidolakanmu.

Ayah, suaramu pertegas pejuanganku. Begitu kata Lyla dalam lagunya. Dan aku termasuk salah satu orang yg mengamininya. Kau tak pernah lelah memberiku asupan nasehat dan semangat dengan suara berat yg khas darimu. Mengobarkan semangat, mengaburkan ragu dan jenuhku. Terlebih setiap kali kau mengantarku yg hendak menuntut ilmu di perantauan. Tatapan matamu selalu meneguhkanku, meski aku tau sebenarnya kau juga berat melepasku.
Sungguh, ingin sekali aku menjadi sepertimu.

Ibuku tercinta.
Yg telah mengajarkanku memakai baju, memasang tali sepatu, menyisir rambut, dan segala hal yg sebelumnya aku tak bisa. Yg selalu bangun pagi menyiapkan sarapan untukku. Yg setia merawatku saat sehat maupun sakit. Yg dengan bangga bercerita tentang prestasi dan kenakalanku kepada teman dan tetangga. Yg matanya selalu berkaca-kaca setiap melepasku di sekolah, mencemaskanku, dan menungguku pulang dalam bait-bait doa.
Aku sayang Ibu.

Jauh di relung kalbuku sebenarnya aku menyimpan kerinduan yg mendalam akan lakumu memanjakanku. Suapanmu, ciumanmu, belaianmu, timanganmu, pelukanmu. Aku rindu menjadi kanak-kanak. Rela aku menanggalkan remajaku sejenak.
Hanya saja aku malu. Sebab seiring bertambahnya usia kita, diam-diam sang waktu telah lancang mengikis kedekatan kita. Tapi aku yakin, keakraban itu bukan sirna, hanya tak kasat mata.

Ayah. Ibu.
Anakmu yg telah 18 tahun kau ajarkan makna kehidupan ini ingin sekali meminta maaf. Maaf jika sampai saat ini aku masih belum mampu menjadi anak seperti yg kalian harap. Maaf jika sampai saat ini aku masih belum mampu membahagiakanmu dan membuatmu bangga, sebangga aku memiliki malaikat seperti kalian.

Terakhir. Hanya sebait doa untuk kalian malaikatku, yg lirih kulafalkan sembari menuliskan surat ini dan setiap harinya kuulang berkali-kali.
Ayah. Ibu. Terima kasih. Beri aku kepercayaan, akan kuperjuangkan bahagiamu, akan kupertanggungjawabkan kebangganmu padaku.

Tau Kenapa Kamu Istimewa?

Karena aku selalu bisa merindukanmu dengan banyak cara SEDERHANA.
Karena aku tak perlu susah mengartikan rindu itu dari A sampai Z. Rindu itu kamu.
Karena aku suka berlama-lama saat mendengar ceritamu, sama seperti saat aku sedang membaca buku.
Karena rinduku buatmu ternyata tanpa batas waktu.
Karena merindukanmu adalah rahasia hati yang paling sederhana dan itulah rahasia hatiku.
Karena merindumu tak pernah jemu dilakukan benak.
Karena aku selalu memikirkanmu setiap kali bangun di pagi hari. Memikirkanmu itu artinya aku merindukanmu.
Aku selalu menyiapkan banyak cara untuk menyapamu, termasuk menyebutkan namamu dengan lengkap. Dan itu artinya rindu.
Lalu apa yang bisa aku lakukan buatmu agar bisa merindukanku?